Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*] [url=http://www.glitterfy.com/][img]http://img41.glitterfy.com/13308/glitterfy3202831T539B81.gif[/img][/url]

Selasa, 15 April 2014

Konsolidasi dengan Metode Equity

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI METODE EQUITY DAN PROSEDUR AKUNTANSI METODE EQUITY

            Jika kepemilikan saham 20% - 50%, disarankan untuk menggunakan metode equity dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi. Kepemilikan saham secara mayoritas atau signifikan, sehingga dapat mengendalikan perusahaan anak, yaitu lebih dari 50% juga dapat menggunakan metode equity. Pada metode equity berdasarkan suatu fakta menyatakan bahwa perusahaan anak dan induk adalah menjadi satu kesatuan dalam kegiatan usahanya, semua perubahan yang terjadi pada perusahaan anak harus diakui dan dicatat oleh perusahaan induk untuk dapat mengetahui posisi keuangan dan perkembangan usaha mereka dengan jelas.
Pencatatan akuntansinya, jika Laba maka perusahaan induk mendebet “Investasi Saham Pada Perusahaan Anak” yang artinya investasi perusahaan Induk pada perusahaan Anak bertambah dan mengkredit “Laba Yang Ditahan” artinya Laba yang belum dibagikan kepada perusahaan Induk menjadi berkurang. Jika Rugi Perusahaan induk akan mendebet “Laba yang Ditahan” artinya laba yang tidak dibagikan akan bertambah, dan mengkredit “Invest. Saham pada perusahaan Anak” yang artinya invest perusahaan induk terhadap perusahaan anak akan berkurang.

Contoh Kasus
PT Sinar membeli 85% saham PT Abadi, pada tanggal 23 Desember PT Abadi mengumumkan pembagian deviden sebesar Rp. 3.100.000 sedangkan realisasi pembayaran deviden baru terjadi pada tanggal 30 Desember 2013. Selama tahun buku PT Sinar memperoleh laba Rp. 4.700.000 dan PT Abadi Rp. 3.800.000. . Berikut jurnal yang dicatat pada PT Sinar dan PT Abadi :
PT. SINAR
·         Pengumuman Deviden 23 Desember
Piutang Deviden                                             Rp. 2.635.000
                        Investasi saham pada PT. Abadi                                 Rp. 2.635.000
Ini didapat dari pembagian deviden Rp. 3.100.000 x 85%

 ·         Pembayaran Deviden.
Kas                                                                  Rp. 2.635.000
                        Piutang Deviden                                                         Rp. 2.635.000
Uang yang dibayarkan sesuai dengan perhitungan pengumuman deviden. Pembayaran yang dimaksud disini adalah penerimaan pembayaran deviden atas perusahaan anak terhadap perusahaan induk.
  • ·         Mencatat Laba Sendiri

Kas                                                                  Rp 4.700.000
            LYD                                                                            Rp. 4.700.000
Nominal untuk laba Perusahaan induk

·         Mencatat Laba PT. SINAR
Inv. Saham                                                      Rp. 3.230.000
            LYD                                                                            Rp. 3.230.000
Laba didapat dari perusahaan anak Rp. 3.800.000 x 85%
PT. ABADI
·         Pengumuman Deviden.
LYD                                                                Rp. 3.100.000
                        Hutang Deviden                                                         Rp. 3.100.000

·         Pembayaran Deviden.
Hutang Deviden                                             Rp. 3.100.000
                        Kas                                                                              Rp. 3.100.000

·         Mencatat Laba
Kas                                                                  Rp. 3.800.000
                        LYD                                                                            Rp. 3.800.000


Minggu, 13 April 2014

FRAUD (KECURANGAN)

FRAUD (KECURANGAN) PADA PERBANKAN

A.    Definisi Fraud (Kecurangan) pada Perbankan.

Secara umum fraud merupakan suatu bentuk penipuan ataupun kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada perusahaan tersebut ( Internal) untuk suatu tujuan tertentu.
Penggolongan Fraud berdasarkan pencatatan, kecurangan berupa pencurian asset, adalah sebagai berikut :
1.      Pencurian asset yang tampak secara terbuka pada  buku, seperti duplikasi pembayaran yang tercantum pada catatan akuntansi.
2.      Pencurian asset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid
3.      Pencurian asset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat di deteksi melalui pengujian transaksi akuntansi yang dibukukan, seperti pada uang pembayaran piutang dagamh yang telah di hapus bukukan atau di write off
Jenis-jenis kecurangan (Fraud) yang terjadi di suatu perusahaan
1.      Pemalsuan (Falsification) dan Tuntutan Palsu (Ilegal Cat)
Hal ini terjadi ketika seseorang secara sadar dan sengaja memalsukan suatu fakta, laporan, penyajian atau klaim yang mengakibatkan kerugian keuangan atau ekonomi dari pihak yang menerima laporan atau data palsu tersebut.
2.      Penggelapan Kas ( Embezzlement Cash)
Pencuarian persediaan atau asset dan kesalahan catatan dan dokumen. Penggelapan kas adalah kecurangan dalam pengalihan hak milik perorangan yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai hak milik, dimana kepemilikan tersebut diperoleh dari suatu hubungan kepercayaan.
3.      Kecurangan Komputer ( Computer Fraud)
Tidakan illegal yang mana pengetahuan tentang tekhnologi computer adalah esensial untuk perpetration, investigation atau tekanan karena persepsi merupakan opini yang dibangun oleh pelaku yang mendorong untuk melakukan kecurangan.
4.      Opportunity
Kesempatan atau peluang dari situasi yang memungkinkan seorang melakukan atau menutupi tindakan tidak jujur. Hal ini biasa terjadi dikarenakan internal control yang lemah, ketidakdisiplinan, kelemahan dalam mengakses informasi, tidak ada mekanisme audit, dan sikap apatis.


B.     Pencegahan Terhadap Terjadinya Kecurangan (Fraud)

1.      Wistle Blowing System adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa karyawan yang mengetahui adanya kecurangan karyawan untuk membocorkan kecurangan tersebut kepada atasannya yang lebih tinggi. Manfaatnya adalah untuk mengurangi kebocoran atau inefisiensi yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi.
2.      Ciptakan control internal yang baik. Jika control internal sudah baik makan akan tercipta juga control lingkungan, system akuntansi, dan control prosedur yang baik.
3.      Membangun rintangan bagi terjadinya kolusi. Jika Farud terjadi disertai dengan kolusi, akan lebih sulit untuk bisa mendeteksinya. Ini bisa dihindari dengan cara merotasi personel (job transfer) secaraa periodic.
4.      Memberikan informasi kepada nasabah mengenai kebijakan bank. Pada perilaku suap untuk memperoleh kucuran dana, bank bisa membuat surat secara periodic kepada nasabah terkait penjelasan mengenai kebijakan perusahaan yang tidak terima segala jenis suap atau hadiah. Bank juga bisa memberikan syarat bahwa bank memiliki hak yang dapat mengaudit laporan keuangan nasabah yang memperoleh pinjaman.
5.      Menciptakan ekspektasi atas hukuman. Adanya hukuman dapat mengurangi seseorang bertindak tidak jujur. Contohnya memberi tahu mengenai perilaku tidak jujur yang dilakukan seorang personel.


Referensi :

Minggu, 30 Maret 2014

Rangkuman

KONSEP AKUNTANSI DARI PENGGABUNGAN USAHA DAN AKUNTANSI UNTUK INVESTASI DALAM SAHAM

Ada 2(dua) metode akuntansi yang digunakan dalam penggabungan usaha, antara lain :
1.      Pooling of Interest Method (Metode Penyatuan Kepemilikan)
Suatu penggabungan usaha dimana para pemilik perusahaan bergabung bersama-sama menjadi satu kesatuan yang tidak dapat berubah pada entitas akuntansi yang baru.
2.      Purchase Methode (Metode Pembelian)
Suatu penggabungan usaha dimana dari salah satu perusahaan yang bergabung mendapat aktiva bersih dari perusahaan yang bergabung dalam satu kesatuan usaha tersebut.

Contoh soal :
Pooling of Interest Method
Dibawah ini adalah neraca saldo PT Bunga dan PT Mawar per 31 Maret 1997

Akitva lain-lain                                   750.000.000                290.000.000
Beban-beban                                       150.000.000                60.000.000
Total debit                                           900.000.000                350.000.000
Modal saham @ 10.000                      500.000.000                200.000.000
Laba ditahan                                       200.000.000                50.000.000
Pendapatan                                         200.000.000                100.000.000   
Total Kredit                                        900.000.000                350.000.000
Apabila PT Bunga bermaksud ingin menggabungkan diri dengan PT Mawar, dengan penerbitan 22.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000 untuk memperoleh aktiva tetap milik PT Mawar dimana dalam hal ini identitas PT Bunga tetap atau tidak aka nada perusahaan baru yang terbentuk, maka pencatatan yang dilakukan didalam pembukuan PT Bunga adalah sebagai berikut :

Aktiva lain-lain           Rp. 1.040.000.000
Beban-beban             Rp. 210.000.000
           
            Modal saham              Rp. 720.000.000
            Laba ditahan               Rp. 230.000.000
            Pendapatan                 Rp. 300.000.000

Keterangan
-          Aktiva lain-lain = Jumlah aktiva PT Bunga + Jumlah Aktiva PT Mawar
        = 750.000.000+290.000.000 = 1.040.000.000
-          Beban-beban = Jumlah beban PT Bunga + Jumlah Beban PT Mawar
    = 150.000.000 +60.000.000 = 210.000.000
-          Modal Saham = Modal Saham PT Bunga + (lembar saham x nilai nominal)
     = 500.000.000 + ( 22.000 x 10.000) = 720.000.000
-          Laba Ditaha = ( Aktiva lain-lain + Beban- beban) – ( Modal saham + Pendapatan)
  =  ( 1.040.000.000 + 210.000.000) – ( 720.000.000 + 300.000.000)
  =  1.250.000.000 - 1.020.000.000 = 230.000.000
-          Pendapatan = Jumlah Pendapatan PT Bunga + Jumlah Pendapatan PT Mawar
  = 200.000.000 + 100.000.000 = 300.000.000

Akuntansi Investasi Saham
            Pengertian investasi dalam saham adalah suatu perusahaan yang menanamkan sahamnya pada perusahaan lain dengan begitu perusahaan tersebut mempunyai investasi pada perusahaan lain yang ditujunya.
Ada 3 (tiga) metode pada penilaian Investasi, yaitu
1.      Metode Biaya
2.      Metode Ekuitas
3.      Metode Nilai Bersih Yang Dapat Direalisasikan

Penggunaan Metode Berdasarka Pada Kriteria Sebagai Berikut :
a.       Kepemilikan < 20% menggunakan metode biaya
b.      Kepemilikan 20% sampai 50% menggunakan metode ekuitas
c.       Kepemilikan 50% menggunakan metode ekuitas
d.      Kepemilikan bersifat nonpermanent menggunakan metode nilai bersih yang direalisasikan

Contoh Kasus menggunakan Metode Biaya

PT A (investor) membeli Rp. 150.000 lembar saham (15%) saham berhak suara PT B (Investee). Pada tanggal pelaporan keuangan PT B memperoleh laba Rp 50.000.000 dan PT B membagikan dividen sebesar Rp 40.000.000.
Dengan kepemilikan 15% (kurang dari 20%), maka secara akuntansi PT A wajib menggunakan Metode biaya untuk mempertanggung jawabkan investasinya, maka jurnal yang dibuat investor (PT.A)

-          Pada saat perolehan investasi
Investasi pada PT B          Rp. 150.000.000
      Kas / Bank                              Rp. 150.000.000
-          Pada saat PT B memperoleh laba tidak dijurnal karena kepemilikan tidak signifikan

-          Pada saat PT B membagikan dividen

Kas / Bank                                                Rp. 6.000.000
      Penghasilan Deviden                                      Rp. 6.000.000
Didapat dari 15% x Rp. 40.000.000

Jika posisi control terhadap perusahaan anak melalui pemilikan saham-sahamnya dan perusahaan anak memiliki lebih dari satu jenis saham, maka harus dibedakan besarnya bagian hak-hak pemegang saham menurut jenisnya masing-masing.
Kepemilikan satu saham menggunakan cost method sedangkan kepemilikan dua atau lebih saham menggunakan equity method.

      Banyak perusahaan yang menggunakan equity method karena sebagian besar perusahaan induk yang mempunyai kendali dan perusahaan anak hanya mengikuti pengendalian tersebut.

Senin, 24 Maret 2014

Rangkuman

RANGKUMAN MATERI
PENGGABUNGAN USAHA

            Penggabungan Usaha adalah perluasan usaha dengan cara menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi.
Bentuk-bentuk Penggabungan Usaha, antara lain :
             Merger atau Statutory Merger
Penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi perusahaannya atau dibubarkan. Dengan kata lain hanya satu perusahaan yang bertahan, dan perusahaan lain dibubarkan.

Konsolidasi atau Statutory Consolidation
Penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain untuk membentuk satu perusahaan yang baru.                                                                      

  Akuisisi atau Stock Acquistion
Penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian. Dengan kata lain suatu perusahaan yang sudah bergabung membeli  perusahaan lain lagi dan perusahaan tersebut tidak bergabung lagi melainkan menjalankan perusahaan masing-masing.

Contoh Kasus
Pada tanggal 1 januari 2014 Point Corporation membeli semua aktiva dan kewajiban Sharp Company dalam satu merger dengan mengeluarkan 10.000 lembar saham Sharp dengan nilai nominal $10. Saham yang dikeluarkan tersebut mempunyai nilai pasar $600.000. Point mengeluarkan biaya legal dan biaya penilai $40.000 sehubungan dengan penggabungan usaha dan biaya pengeluaran saham sebesar $25.000. Total harga beli saham, sama dengan nilai saham yang dikeluarkan Point di tambah biaya tambahan yang terjadi sehubungan akuisisi aktiva.
Diket :
Perusahaan mengeluarkan saham 10.000 lembar @ $10
Nilai pasar                                                              $ 600.000
Mengeluarkan b.legal dan b.penilai                          $ 40.000
Biaya pengeluaran saham                                        $ 25.000


Total Harga Beli :
Nilai saham yang dikeluarkan                                 $ 600.000
Biaya akuisisi lain (B.legal&B.penilai)                     $ 40.000     +
Total Harga Beli                                                    $ 640.000

Saham yang dikeluarkan oleh Point untuk melakukan penggabungan usaha dinilai pada nilai wajar dikurangi dengan biaya pengeluaran saham

Nilai wajar saham yang dikeluarkan                                        $ 600.000
Biaya pengeluaran saham                                                       ( $ 25.000 )
Nilai tercatat saham                                                                $ 575.000

Nilai Buku adalah nilai asset perusahaan yang tertera pada catatan infromasi pada umumnya, sedangkan Nilai Wajar adalah harga yang berlaku umum dipasaran yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran atas harta tersebut.

Factor-faktor dasar yang mempengaruhi pemilihan dasar yang akan menentukan kontribusi relative salah satunya adalah likuidasi atau kebangkrutan perusahaan.