Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*] [url=http://www.glitterfy.com/][img]http://img41.glitterfy.com/13308/glitterfy3202831T539B81.gif[/img][/url]

Selasa, 13 Mei 2014

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS


1.      Sifat Laporan Sumber Dan Penggunaan Kas
Sifat laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan selama satu periode dengan menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, modal kerja meliputi seluruh aktiva lancer atau aktiva lancer dikurangi utang lancer. Jadi, yang dilaporkan adalah perubahan aktiva lancar dan utang lancar serta sebab-sebab perubahan tersebut atau sumber dan penggunaannya. Tekanan yang diberikan dalam laporan ini adalah perubahan modal kerja atau aktiva lancer dan utang lancer secara keseluruhan dan tidak akan menunjukkan jumlah uang yang telah diterima atau dikeluarkan selama periode tersebut. 
Sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari :
a.       Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud mapun yang tidak berwujud (Intangibel Assets) atau adanya penurunan aktiva tidak lancer yang diimbangi dengan penambahan kas.
b.      Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.
c.       Pengeluaran surat tanda bukti utang, baik jangka pendek (wesel) maupun utang jangka panjang (utang obligasi, utang hipotik, atau utang jangka panjang lainnya) serta bertambahnya utang yang diimbangi dengan penerimaan kas.
d.      Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau dividen dari investasinya, sumbangan ataupun hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode sebelumnya.
e.       Adanya penurunan atau berkurannya aktiva lancar selain kas yang diimbangi denagn penerimaan kas pembayaran, berkurangnya persediaan barang dagangan karena adanya penjualan secara tunai, adanya penurunan surat berharga (efek) karena ada penjualan dan sebagainya.
f.       Keuntungan dari operasi perusahaan, apabila perusahaan memperoleh keuntungan neto dari operasinya berarti ada tambahan dana dari perusahaan yang bersangkutan.
2.      Penggunaan Kas
a.       Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka panjang atau jangka pendek serta pembelian aktiva tetap lainnya.
b.      Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemiliki perusahaan.
c.       Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek maupun utang jangka panjang.
d.      Pembelian barang secara tunai, adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah dan gaji, pembelian supplies kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi.
e.       Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen (bentuk laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda-denda dan sebagainya.
f.       Adanya kerugian dalam operasi perusahaan. Terjadinya kerugian dalam operasi perusahaan mengakibatkan berkurangnya kas atau menimbulkan utang yaitu apabila diperlukan dana untuk menutup kerugian tersebut.
Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas, antara lain sebagai berikut :
1.      Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi dan depresi terhadap aktiva tetap, intangible assets. Biaya depresiasi ini tidak memerlukan pengeluaran kas.
2.      Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan keurgian piutang maupun tidak dan pengahapusan piutang karena piutang tidak bisa ditagih lagi.
3.      Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dan pengehentian dari penggunaan aktiva tetap karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusut atau tidak dapat dipakai lagi.
Tujuan penyusunan laporan sumber dan penggunaan kas adalah :
1.       Untuk mengetahui sumber kas yang diperoleh selama satu periode dan untuk para kas yang diterima tersebut. Hal tersebut sangat penting bagi banker’s dan para kreditor jangka pendek, karena dengan menganalisa sumber dan penggunaan kas dapat diketahui kebijaksanaan manajement dalam mengelola sumber daya yang dana yang ada.

2.        Maka akan diketahui atau dapat diperkirakan sumber kas dimasa yang akan datang. Bila pada point satu dan point dua digabung maka kreditor dapat mengetahui jaminan serta kemampuan membayaryang dapat diberikan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Dalam menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan kas, dimana dana dalam artian kas memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
a)      Mendaftar pos-pos neraca yang diperbandingkan antara dua titik waktu tertentu dalam kolom pertama dan kedua.
b)      Mendaftar pos-pos laporan laba rugi dari tahun yang diperbandingkan (current year).
c)      Tentukan kenaikan dan penurunan yang terjadi pada pos-pos neraca, tunjukkan dalam kolom ”Perubahan” debit dan kredit. Kolom perubahan debit untuk mencatat adanya kenaikan aktiva, penurunan utang dan modal serta bertambahnya biaya serta berkurangnya penhasilan. Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva, kenaikan utang dan modal, bertambahnya penghasilan dan berkurangnya biaya.
d)      Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada pos-pos neraca dan pos-pos laba rugi untuk menentukan adanya perubahan yang tidak mempengaruhi kas.
e)      Membuat jurnal penyesuaian dalam lembar kerja tersebut untuk menghilangkan akibat atau pengaruhtransaksi nonkas yang sudah dicatat dalam periode tersebut.
f)       Memindahkan saldo atau perubahan setelah disesuaikan (kecuali perubahan kas) Ke dalam kolom “Kenaikan dan Penurunan Kas” atau “Sumber dan Penggunaan Kas”. Penurunan aktiva (selain kas), kenaikan utang, modal dan penghasilan merupakan sumber kas, sedangkan kenaikan aktiva (selain kas), penurunan utang, modal dan kenaikan biaya merupakan penggunaan kas. Perubahan kas tidak perlu dipindahkan ke kolom sumber dan penggunaan kas karena perubahan kas inilah yang dianalisis, selisih jumlah kolom sumber kas dengan penggunaan kas harus sama dengan perubahan yang terjadi dalam pos “Kas”.
g)       Untuk penyusunan laporan sumber dan penggunaan kas datanya diambil dari dua kolom terakhir dari lembar kerja.
Contoh Kasus :
1.      Menyusun Laporan Perubahan Neraca :
Keterangan
Neraca
Neraca
Perubahan
19 A
19 B
D                   K
Aktiva
Pasiva
X
X
X
X

Penjelasan :
-        Kas (+) pada kolom perubahan                                                        Debet
-        Aktiva lancar lainnya (+) pada kolom perubahan                            Debet
-        Aktiva tetap (+) pada kolom perubahan                                          Debet
-        Cadangan depresiasi (-) pada kolom perubahan                              Debet
-        Hutang (-) pada kolom perubahan                                                   Debet
-        Modal (-) pada kolom perubahan                                                    Debet
-        Laba ditahan (-) pada kolom perubahan                                          Debet
Sebaliknya :
-        Kas (-) pada kolom perubahan                                                         Kredit
-        Aktiva lancar selain kas (-) pada kolom perubahan             Kredit
-        Aktiva tetap (-) pada kolom perubahan                                           Kredit
-        Cadangan depresiasi (-) pada kolom perubahan                              Kredit
-        Hutang (-) pada kolom perubahan                                                   Kredit
-        Modal (-) pada kolom perubahan                                                    Kredit
-        Laba ditahan (-) pada kolom perubahan                                          Kredit
Perubahan debet dan kredit harus menunjukkan jumlah-jumlah yang sama. Kemudian harus diperhatikan informasi yang datang dari statement rugi laba terutama yang menyangkut informasi besarnya laba netto yang diperoleh atau adanya pembayaran cash dividend dan lain sebagainya.
2.      Dari informasi-informasi ini dapatlah disusun laporan sumber dan penggunaan dana.
                                                           
Contoh perhitungan :
Untuk lebih jelas cara penyusunan, berikut ini akan diberikan contoh perhitungan dan cara melakukan analisa.
Perusahaan “ABC” mempunyai data neraca untuk tahun 1970 dan tahun 1971 sebagai berikut :
Tabel 1
Neraca per 31 Desember 1970
Debet
Kredit
Kas
Effek
Pihutang
Barang
Mesin
Cadangan depresiasi
Bangunan
Cad.depresiasi
Tanah


Jumlah aktiva
Rp.    1.200,-
Rp.    1.400,-
Rp.    2.400,-
Rp.    4.400,-
Rp.    8.000,-
Rp.    (800,-)
Rp.    8.000,-
Rp.  (1.200,-)
Rp.    4.600,-


Rp.  28.000,-
Hutang perniagaan
Hutang wesel
10% obligasi
Modal saham
Surplus modal
Laba ditahan/
Laba Tahun berjalan


Jumlah Pasiva
Rp.    3.000,-
Rp.    2.000,-
Rp.    9.000,-
Rp.  10.000,-
Rp.    2.000,-
Rp.    2.000,-





Rp.  28.000,-
                                               
Tabel 2
Neraca per 31 Desember 1971
Debet
Kredit
Kas
Effek
Pihutang
Barang
Mesin
Cadangan depresiasi
Bangunan
Cad.depresiasi
Tanah

 Jumlah aktiva
Rp.    1.400,-
Rp.    1.000,-
Rp.    2.000,-
Rp.    5.200,-
Rp.  10.000,-
Rp.   (1200,-)
Rp.    8.000,-
Rp.  (1.800,-)
Rp.    7.400,-
  
 Rp.  32.000,-
Hutang perniagaan
Hutang wesel
10% obligasi
Modal saham
Laba ditahan
Surplus modal



  Jumlah Pasiva
Rp.    2.000,-
Rp.    2.400,-
Rp.   12.000,-
Rp.  10.000,-
Rp.    3.600,-
Rp.    2.000,-




Rp.  32.000,-

Selama tahun 1971 perusahaan mendapatkan keuntungan netto sesudah pajak sebesar Rp. 3.000,- dan dibayarkan sebagai cash divident sebesar Rp. 1.400,-
Berdasarkan informasi tersebut, susunlah laporan sumber-sumber dan penggunaan dana perusahaan tersebut.
Pertama-tama harus disusun statement perubahan neraca sebagai berikut :
Tabel 3
31/12/1970
31/12/1971
Perubahan
D
K
Aktiva :
Kas
Effek
Pihutang
Barang
Mesin
Cadangan depresiasi
Bangunan
Cadangan Depresiasi
Tanah

Passiva :
Hutang perniagaan
Hutang wesel
10% obligasi
Modal saham
Surplus Modal
Laba ditahan

1.200
1.400
2.400
4.400
8.000
(800)
8.000
(1.200)
4.600
28.000

3.000
2.000
9.000
10.000
2.000
2.000

1.400
1.000
2.000
5.200
10.000
(1.200)
8.000
(1.800)
7.400
32.000

2.000
2.400
12.000
10.000
2.000
3.600

200
-
-
800
2.000


-
2.800


1.000
-
-
-

-

-
400
400
-
-
400
-
600
-


-
400
3.000
-
-
1.600
28.000
32.000
6.800
6.800
Berdasarkan data informasi dari statement rugi laba yang dihubungkan dengan perubahan laba ditahan, maka disusunlah laporan sumber-sumber dan penggunaan dana yaitu :
Tabel 4
Sumber-sumber
Penggunaan
Dana berasal dari
operasi :
Keuntungan bersih
Depresiasi
Berkurangnya effek
Berkurangnya pihutang
Bertambahnya hutang
Wesel
Bertambahnya obligasi


Rp.    3.000,-
Rp.    1.000,-
Rp.       400,-
Rp.       400,-

Rp.       400,-
Rp.    3.000,-
Rp.    8.200,-


Cash dividends
Bertambahnya mesin
Bertambahnya tanah
Bertambahnya barang
Berkurangnya hutang perniagaan
Bertambahnya kas


Rp.   1.400,-
Rp.   2.000,-
Rp.   2.800,-
Rp.     800,-

Rp.   1.000,-
Rp.      200,-
Rp.   8.200,-

Analisis :
Berdasarkan laporan sumber-sumber da penggunaan dana tersebut, sumber-sumber yang paling menonjol ialah berdasarkan keuntungan bersih Rp. 3.000,-, bertambahnya obligasi Rp. 3.000,- dan depresiasi Rp. 1.000,-, sedangkan penggunaan yang menonjol ialah pembayaran cash dividend Rp. 1.000,- bertambahnya mesin Rp. 2.000,- dan tanah Rp. 2.800,-.

 Refrensi :

Senin, 05 Mei 2014

“Pengertian dan Pengaruh Adanya Perubahan Hak Pemilikan,Beberapa Hal Yang Menyebabkan Hak Kepemilikan dan Pengaruhnya Terhadap Neraca Konsolidasi”

Factor-faktor yang harus diperhitungkan didalam memilih dasar yang akan dipakai untuk menentukan besarnya kontribusi dari masing-masing perusahaan yang mengadakan penggabungan usaha, adalah
1.      Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan satu jenis modal saham.
2.      Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan dua atau lebih jenis modal saham.
Beberapa hal yang menyebabkan hak pemilikan dan pengaruhnya terhadap neraca konsolidasi, yaitu :
a.       Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dai satu kali, hak control diperoleh sejak saat pembelian saham pada tahap pertama.
b.      Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, hak control diperoleh baru setelah beberapa tahap pembelian saham.
c.       Pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham-saham perusahaan anak yang dimiliki perusahaan induk.
d.      Emisi saham dan atau penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak-hak pemilikan perusahaan induk.
e.       Transaksi saham yang ditarik dari peredaran pada perusahaan anak.

1.      Perlakuan akuntansi untuk pembelian saham perusahaan anak yang dilakukan beberapa kali.
Perusahaan yang telah mempunyai hak control pada perusahaan lain terus menambah hak pemilikannya dengan cara membeli saham-saham perusahaan lain tersebut dari pemegang saham lainnya. Menambah kepemilikan saham-saham perusahaan lain bisa merubah rekening laba yang ditahan pada perusahaan induk.
2.      Perlakuan akuntansi untuk pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham perusahaan anak, yang dimiliki oleh perusahaan induk.
3.      Perlakuan akuntansi untuk emisi saham dan penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak kepemilikan perusahaan induk.
Transaksi-transaksi modal saham pada perusahaan anak akan mempengaruhi secara tidak langsung pada bagian pemilikan perusahaan induk. Pengeluaran saham baru oleh perusahaan anak akan mengakibatkan berkurangnya hak-hak pemilikan perusahaan induk, apabila atas emisi saham tersebut perusahaan induk tidak berhasil memperoleh atau memiliki saham-saham yang baru dengan presentasi pemilikannya semula.

4.      Perlakuan akuntansi transaksi lainnya yang mempengaruhi perubahan hak pemilikan.

Transaksi-transaksi saham yang ditarik dari peredaran pada perusahaan anak. Perusahaan yang melakukan penarikan saham dari peredarannya biasanya dicatat sesuai dengan harga perolehannya (harga beli). Pada neraca konsolidasi saham yang ditarik  dari peredaran dianggap sebagai modal saham yang dilunasi, sehingga sebesar harga perolehannya harus dikurangkan dari saldo hak para pemegang saham dan harus memperhatikan harga (kurs) pada saat mula-mula saham itu dikeluarkan. 

Selasa, 29 April 2014

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI MASALAH KHUSUS

            Ada beberapa masalah khusus pada laporan keuangan konsolidasi, yaitu :
1.      Laba antar perusahaan
2.      Obligasi antar perusahaan
3.      Saham preferren dan saham biasa anak
4.      Deviden saham anak

I.                      Laba Antar Perusahaan
Selama perusahaan – perusahaan yang bergabung melakukan jual beli  berupa  barang atau jasa yang dihasilkan maupun harta tak bergerak untuk fasilitas pabriknya maka akan terjadi laba atau rugi bagi pihak yang menjual. Akan tetapi sesuai dengan tujuan dan konsepnya didalam penyajian laporan keuangan yang dikonsolidasi, maka laba rugi yang timbul sebagai akibat adanya transaksi antar perusahaan tersebut tidak boleh diakui. Dalam hal ini jual beli barang, jasa maupun harta tak bergerak itu dipandang semata-mata sebagai perpindahan pengelolaan saja, dan oleh karenanya tidak ada alasan apapun untuk menaikkan / menurunkan nilai ataupun mengakui timbulnya laba rugi dari barang,jasa maupun harta tak bergerak yang bersangkutan. Kecuali apabila barang, jasa maupun harta tak bergerak itu oleh pihak yang membeli telah dijual kembali kepada pihak lain diluar hubungan afiliasinya.

II.                Obligasi Antar Perusahaan
Transaksi jual beli berupa barang dagangan, jasa maupun fasilitas produksi lainnya akan terjadi kepemilikan (surat hutang) obligasi dari suatu perusahaan oleh perusahaan lain didalam perusahaan yang berafiliasi. Apabila hal ini terjadi, maka akan timbul hutang piutang antar perusahaan yang berafiliasi. Didalam neraca yang dikonsolidasikan hutang-piutang tersebut harus dieleminasikan, sehinggan obligasi yang dimiliki pihak luar perusahaan dicatat sebagai “Hutang Obligasi”

III.             Saham Preferen dan Saham Biasa Anak
1.      Tidak Komulatif dan Tidak Berpartisipasi (TKTB)
Klaim terhadap kekayaan bersih perusahaan sebatas nilai nominalnya dan saldo laba ditahan seluruhnya merupakan bagian dari para pemegang saham biasa. Sebaliknya saldo defisit seluruhnya menjadi tanggungan para pemegang saham biasa. Hak atas pembagian laba terbatas pada jumlah hak preferensinya, dan tidak ada hak atas laba, jika perusahaan defisit (rugi).
2.      Kumulatif dan Tidak Berpartisipasi (KTB)
Kekayaan bersih perusahaan sebatas nilai nominalnya dan mempunyai hak atas deviden.
3.      Tidak Kumulatif dan Berpartisipasi Penuh (TKB)
Perusahaan mendapat deviden hanya jika perusahaan mendapatkan laba. Jika perusahaan rugi maka perusahaan tidak mempunyai ha katas dieviden.
4.      Kumulatif dan Berpartisipasi Penuh (KB)
Semuanya mencakup hak atas kekayaan bersih dan laba didalam jumlah modal yang ditetapkan (sesuai dengan ketentuan yang berlaku) terhadap sisa laba jika ada.

Contoh :
Struktur modal anak adalah sebagai berikut :
            6% saham preferen, 5.000 lembar @ Rp. 10              Rp.   50.000
            Saham biasa, 10.000 lembar @ Rp. 10                       Rp. 100.000
            Agio saham biasa                                                        Rp.     5.000
            Laba yang ditahan                                                      Rp.   45.000
                                                            Jumlah :                     Rp. 200.000

Tidak kumulatif tidak berpartisipasi (TKTB)

   Saham Preferen
Saham Biasa
Jumlah
Nominal Saham
50.000
100.000
150.000
Agio Saham
-
5.000
5.000
Laba yang Ditahan
-
45.000
45.000
Jumlah :
50.000
150.000
200.000
keterangan :
Kumulatif tidak berpartisipasi (KTB)

Saham Preferen
Saham Biasa
Jumlah
Nominal Saham
50.000
100.000
150.000
Agio Saham
-
5.000
5.000
Laba yang Ditahan
6% x Rp. 50.000

3.000

42.000
45.000
Jumlah :
53.000
147.000
200.000

Tidak kumulatif berpartisipasi penuh (TKB)

Saham Preferen
Saham Biasa
Jumlah
Nominal Saham
50.000
100.000
150.000
Agio Saham
-
5.000
5.000
Laba yang Ditahan
  5/15 x Rp. 45.000
10/15 x Rp. 45.000

15.000


30.000
45.000
Jumlah :
65.000
135.000
200.000

Kumulatif  berpartisipasi penuh (KB)


Saham Preferen
Saham Biasa
Jumlah
Nominal Saham
50.000
100.000
150.000
Agio Saham
-
5.000
5.000
Laba yang Ditahan
6% x Rp. 50.000
Sisa :
  5/15 x Rp. 42.000
10/15 x Rp. 42.000

3.000

14.000




28.000
45.000
Jumlah :
67.000
133.000
200.000